Rabu, 17 April 2013

Janji Jessica kepada temannya (JcvanJKT48)



Janji Jessica ....

Janji adalah sebuah ungkapan atau omongan yang perlu di pertanggung jawabkan, karena di saat kita sudah berjanji. berarti kita harus siap dengan apa yang kita janjikan.
Seperti kata pepatah “Janji adalah hutang” artinya janji sama dengan uang, saat kita berhutang dengan orang lain, kita harus segera melunasinya. Begitu pula dengan janji, jika kita sudah berjanji dengan orang lain kita harus menepatinya.
Bicara soal janji, Jessica teringat akan janji pada temannya sewaktu sekolah
“Hai Jess!!” Suara itu mengagetkan jessica yang saat itu masih melamun di kursi, ya beginilah. jessica memang kadang suka melamun sendiri di kelas saat istirahat sekolah hampir selesai.
“Iya apa Din, ada apa?” jawab jeje sedikit kaget dengan sapaannya tadi. Namanya Dina, Ia teman jeje  bisa juga disebut sahabat jeje, kadang dia yang slalu bisa mengerti jeje.jeje memang  anak yang pendiam dan tidak mudah akrab dengan yang lain. tapi menurut jeje, dina berbeda, jeje sangat nyaman berteman dengannya.
“Tak apa kok, kamu melamun saja sih !” Ucapnya sambil menyindir
“Kyak gak tau aku saja kamu Din!” Jawab jeje tanpa basa basi.
“Oh iya, nanti jadi pulang bareng ya jess?” Tanyanya dengan senyuman yang sangat mencurigakan bagi Jessica waktu itu. “iya!” Jawab jeje pendek menegaskan janjinya Dina pun tersenyum balik , mereka saling balas senyuman.
***
Teet..
Teet.. Teet..

Suara itu tak asing lagi, bel tiga kali adalah pertanda bahwa pelajaran telah selesai. jeje pun bersiap untuk pulang, tapi dia tidak lupa akan janjinya tadi ….
“Oooiii  Je!” Suara itu terdengar lagi ditelingan jeje
“ayo kita pulang!” Ujarnya sambil menyeret jeje keluar kelas.
“ Eh, tunggu sebentar! Jangan terburu buru”  kata jeje sambil membetulkan tasnya
“Ayo cepat ikut aku ….!” ujarnya dengan senyuman licik
“Mau kemana sih?” kata jeje dengan penuh penasaran.
“…?” Ia diam dan tak terjawab pertanyaan jeje sama sekali, tapi dia masih memegang tangan jeje dengan penuh semangat, seperti ingin menunjukkan sesuatu kepada jeje
“Kita sampai di taman Je….” Langkah mereka terhenti disana.
“Coba lihat ulat kecil yang ada di bunga itu Jess…” Ujarnya sembari jari jemarinya menunjuk ke arah bunga ditaman.
“Iya, terus kenapa?” Tanya jeje yang tak mengerti apa maksudnya.
“Lihat, lihat itu. ulat itu kecil, tapi ulat itu terus berusaha agar bisa jadi kupu-kupu cantik yang dapat terbang bebas..” Jelasnya pelan-pelan dengan penuh pengertian.
“Kamu juga Jess.., kamu harus bisa jadi yang terbaik ya. wujudkan semua Impianmu !” Ujarnya dengan tersenyum dan penuh semangat. 
“Kamu benar sekali Din, aku harus bisa.” Jawab jeje sedikit tertunduk.
“Janji ya?” Ujarnya dengan mengulurkan jari kelingkingnya yang mungil.
“Iya, aku berjanji !” Jawab jeje tersenyum,
“Baguslah kalau kamu udah ngerti, ayo kita kesana.!” Ujarnya sambil menyeret jeje lagi.

Setelah itu, Jeje dan Dina hanya duduk manis dengan melihat suasana Taman yang sangat indah.
***
Terik matahari tiba, pagi pun mulai terang. Seperti biasa Jeje langsung beranjak untuk berangkat sekolah.
Setiba dikelas. “Eh, dimana Dina ya?” jeje bertanya dalam hatnyai. diapun langsung beranjak ke kelas untuk mencari dina teman baiknya..
“Hai, apa kau lihat Dina?” Tanyanya pada teman Dina.
“Dina tidak masuk, katanya kemaren dia habis kecelakaan.” Jawab teman Dina.
“Apa?, yang benar?. Terus sekarang ia dimana?” sekitika wajah jeje gelisah.
“Ia sekarang masih di rawat di rumah sakit, ini alamatnya. Coba kau lihat !” Jawabnya dengan menunjukkan selembar kertas yang berisikan sebuah alamat.
“Baiklah, Terima kasih. Nanti aku akan melihat keadaannya.”  Kata jeje sambal berterima kasih.
Biasanya sepulang sekolah jeje selalu ditemani oleh Dina, tapi sekarang terasa berbeda bila ia tidak ada, sungguh perasaan jeje saat itu tidak enak. Hari itu dia (jeje) langsung beranjak ke rumah sakit yang katanya Dina sedang dirawat disana.
Setiba disana. “Sus, apa ada pasien yang bernama Dina?” jeje bertanya agak tergesa-gesah.
“Iya ada, di sebelah sana” Jawab suster tersebut dengan menunjukkan arah itu.
“Emangnya pasien itu sakit apa sus?” jeje hanya memastikan apa benar itu kamarnya Dina.
“Habis kecelakaan dek! pendarahan parah.” Jawab suster itu.
jeje langsung beranjak menuju kamar yang ditunjukkan suster tadi, dia lihat sejenak. “Kenapa ramai sekali?” Tanyanya dalam hati dengan penuh penasaran.
“Pak ada apa ini? Bagaimana keadaan Dina?” tanyanya kepada orang-orang yang ada disana, mungkin itu keluarga Dina.
“….” suasana disana berubah menjadi sunyi, semua terdiam tanpa kata.
“Dina apa yang terjadi? Mana senyuman manismu yang selalu hadir di hari-hari ku.?” jeje bertanya kepada jasad Dina yang ternyata sudah terbujur kaku karena pendarahan yang parah. Dan dia hanya bisa ikut menangis tanpa kata-kata lagi, namun masih ada satu Janji yang selalu terfikirkan. Aku harus menepati janji itu.
**
Sepeninggal Dina, jeje sekarang lebih bersemangat untuk belajar. Karena untuk mewujudkan janji itu dia harus selalu berusaha dan terus berusaha, sampai akhirnya dia selalu bisa menjadi bintang kelas dan mendapatkan hasil yang maksimal.
Setelah beberapa tahun, Jessica (jeje) sudah lulus kuliah di perguruan tinggi negeri. Sekarang dia sudah sukses, dalam perasaannya dia sudah menepati janjinya pada Dina. Suatu hari dia tidak lupa menyempatkan diri untuk pergi ke makam Dina, jeje masih ingat dengan kata-kata yang sangat bermakna hingga membuatku termotifasi menjadi seperti ini .
Apa kau masih ingat aku?” dia bertanya sendiri.
“Ku yakin kau pasti ingat, dan kau selalu mengawasiku selama ini.”
“Kau masih ingat apa yang pernah kau tunjukkan padaku?. Iya ulat itu, Sekarang ulat itu sudah menjadi kupu-kupu yang cantik.” Depan batu nisannya aku bicara sendiri.
dalam hati jessica tersirat kata “Lihatlah, aku sudah berubah. Sekarang aku seperti kupu-kupu yang dapat terbang bebas menuju Impian.” 



0 komentar:

Posting Komentar

About

Soundcloud

Pages